, Indonesia
1210 views
President Director of Ciputra Life, Hengky Djojosantoso

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) memperluas kanal distribusi asuransi korporasi dan digital sebagai strategi pertumbuhan, seiring fokus perusahaan untuk memperbesar kemitraan di luar jaringan bisnis Grup Ciputra.

Presiden Direktur Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan perusahaan menargetkan kolaborasi dengan lebih banyak perusahaan dan bank, sambil terus memodernisasi operasional guna meningkatkan kecepatan layanan dan kualitas pelayanan. “Kemitraan memungkinkan kami menjangkau lebih banyak nasabah dan merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan finansial mereka,” ujarnya kepada Insurance Asia.

Ia menambahkan bahwa segmen employee benefit kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan, dengan lebih dari 30.000 karyawan telah tercakup dalam polis asuransi jiwa dan kesehatan grup yang terhubung dengan jaringan rumah sakit Ciputra.

Meningkatnya kebutuhan terhadap manfaat kesehatan juga mendorong perusahaan memperdalam hubungan dengan klien korporasi dan institusi keuangan.

Di sisi operasional, Ciputra Life telah mendigitalisasi sebagian besar proses front-end, memungkinkan pengajuan klaim dan pembaruan polis dilakukan melalui WhatsApp dan email. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan platform digital terintegrasi yang menggabungkan layanan e-claims, e-policy, dan analitik data untuk mengurangi proses manual serta meningkatkan aksesibilitas layanan.

Per September 2025, ekuitas Ciputra Life tercatat sebesar US$16,6 juta (Rp278 miliar), masih berada di atas ketentuan modal minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Total aset mencapai US$74,2 juta (Rp1,23 triliun), meningkat dari US$59,7 juta (Rp997 miliar) pada 2024. Aset investasi juga naik menjadi US$60,1 juta (Rp1,00 triliun) dari US$48,9 juta (Rp817 miliar) setahun sebelumnya, sementara total pendapatan premi mencapai US$21,9 juta (Rp365 miliar).

Sekitar dua pertiga portofolio bisnis perusahaan kini berasal dari kemitraan eksternal, meningkat dari sekitar 40% dua tahun lalu. “Baik bisnis internal maupun eksternal sama-sama tumbuh, tetapi ekspansi di luar grup berkembang lebih cepat,” kata Hengky.

Perusahaan juga memperluas program asuransi mikro dengan premi tahunan mulai dari sekitar US$0,90 (Rp15.000). Produk ini didistribusikan melalui sekolah dan komunitas untuk memperluas akses asuransi sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia yang masih di bawah 3% dari produk domestik bruto, Ciputra Life melihat ruang pertumbuhan yang masih sangat besar.

Hengky menegaskan, perusahaan ingin menangkap peluang tersebut melalui kombinasi kemitraan korporasi, digitalisasi layanan, serta produk inklusif yang ditujukan bagi pemegang polis baru.

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.