, Hong Kong
1834 views
Left: Eric Hui, CEO at Zurich Insurance for Greater China; Right: William Lee, co-founder of YAS.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Unit Zurich Insurance Group Ltd. di Hong Kong bersama YAS Digital Ltd. memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghubungkan perlindungan asuransi secara langsung dengan perilaku berkendara di dunia nyata. Kedua perusahaan menilai pendekatan ini berpotensi mengubah model asuransi kendaraan di industri taksi Hong Kong.

Inisiatif ini lahir dari kesenjangan dalam skema asuransi kendaraan tradisional, yang selama ini lebih banyak bergantung pada faktor statis seperti usia pengemudi, riwayat klaim, dan jenis kendaraan, dibandingkan perilaku aktual di jalan.

Di lingkungan perkotaan Hong Kong yang padat, pendekatan tersebut dinilai membatasi kemampuan perusahaan asuransi dalam membedakan tingkat risiko maupun memberi insentif bagi pengemudi yang lebih aman.

Dalam program ini, Zurich Insurance (Hong Kong) dan YAS menganalisis data berkendara untuk menghasilkan skor performa harian yang kemudian dievaluasi setiap kuartal.

Pengemudi selanjutnya dikelompokkan ke dalam beberapa tier kinerja, di mana skor yang lebih tinggi membuka akses ke perlindungan kecelakaan pribadi yang lebih luas serta berbagai manfaat tambahan.

“Data dianalisis untuk menghasilkan skor harian yang akan ditinjau secara kuartalan,” kata Eric Hui, CEO Zurich Insurance untuk Greater China, dalam jawaban tertulis. “Pengemudi dapat memperoleh perlindungan asuransi dan insentif yang sesuai berdasarkan skor performa kuartalan mereka.”

Model ini dibangun di atas platform TAXY milik YAS yang berbasis AI, yang menggabungkan sistem pemantauan di kendaraan, sensor smartphone, dan analitik real-time. Dalam periode pilot selama enam bulan hingga September, sistem tersebut memproses sekitar 39 juta data dan mencatat peningkatan skor keselamatan sebesar 20% pada pengemudi taksi yang berpartisipasi.

Zurich menilai hasil awal tersebut menunjukkan potensi modernisasi underwriting di segmen yang selama ini memiliki risiko kecelakaan tinggi namun minim diferensiasi harga.

Pengemudi dengan catatan keselamatan yang lebih baik berhak mendapatkan perlindungan kecelakaan pribadi yang lebih komprehensif, termasuk cakupan yang dapat diperluas ke anggota keluarga.

Struktur bertingkat ini mencerminkan pergeseran industri menuju usage-based insurance, di mana penilaian risiko dilakukan berdasarkan pola berkendara aktual, bukan asumsi demografis.

“Data perilaku digunakan untuk meningkatkan keselamatan, bukan untuk menghukum pengemudi,” kata Hui. “Perilaku berkendara membantu kami mengelompokkan tingkat risiko sehingga kebiasaan yang lebih aman dapat dihargai dengan manfaat yang lebih baik, namun kami tetap menjaga agar sistem tetap adil.”

Selain untuk kebutuhan asuransi, data dari platform ini juga memberikan insight operasional bagi pengemudi dan operator armada. Sistem mampu menganalisis rute, pola kerja, dan waktu tidak produktif, sehingga membantu pengemudi mengurangi jam terbuang dan meningkatkan pendapatan harian, sekaligus membantu operator mengoptimalkan penggunaan armada, kata Co-founder YAS William Lee.

Seiring meningkatnya penggunaan data perilaku dalam penetapan harga dan manfaat asuransi, kekhawatiran terkait bias algoritma dan transparansi juga ikut mengemuka. Zurich dan YAS menyebut program ini dirancang untuk mengatasi risiko tersebut.

Model penilaian menggunakan indikator objektif seperti pengereman mendadak, kecepatan melebihi batas hukum, pola akselerasi, stabilitas saat berbelok, indikasi gangguan konsentrasi, titik rawan kecelakaan, serta risiko lingkungan di sepanjang perjalanan. Indikator ini dirancang mencerminkan risiko kecelakaan dan tidak dipengaruhi karakteristik pribadi seperti usia atau gender.

Untuk menjaga keadilan, program ini menerapkan audit berkala terhadap hasil model, pengawasan manusia sebelum perubahan tier diberlakukan, serta fitur transparansi yang memungkinkan pengemudi memahami skor mereka.

Pengemudi dapat berpartisipasi menggunakan kamera kendaraan yang diwajibkan pemerintah atau melalui aplikasi seluler YAS yang memanfaatkan sensor smartphone dan data GPS. Sistem ini juga mengintegrasikan kondisi cuaca, pola lalu lintas, dan zona berbahaya menggunakan algoritma lalu lintas khusus Hong Kong, dengan model machine learning yang terus diperbarui seiring masuknya data baru.

Kedua perusahaan memandang inisiatif taksi ini sebagai ajang uji coba untuk penerapan underwriting berbasis telematika yang lebih luas. Hui mengatakan data yang dihasilkan berpotensi menjadi bagian dari pertimbangan underwriting di masa depan seiring berkembangnya produk usage-based insurance.

“Nasabah kini semakin mencari perlindungan asuransi yang berbasis penggunaan aktual,” kata Lee, seraya menambahkan bahwa model ini dapat diperluas ke segmen armada lain, terutama di tengah perubahan regulasi industri ride-hailing di Hong Kong.

Tahap pengembangan berikutnya bahkan dapat mencakup integrasi dengan platform digital commerce serta jaringan pengisian daya kendaraan listrik, sejalan dengan tren elektrifikasi dan mobilitas pintar.

Bagi Zurich, sektor taksi memiliki nilai ekonomi yang lebih luas. “Taksi di Hong Kong adalah denyut nadi kota,” kata Hui. “Dengan memanfaatkan AI dan telematika pintar, kami dapat melindungi mata pencaharian pengemudi sekaligus mendukung ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan tangguh.”

Follow the link s for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.