MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan
CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.
MSIG Insurance (Malaysia) Bhd. berencana meningkatkan investasi pada analitik data dan kecerdasan buatan (AI) guna memperdalam pemahaman terhadap nasabah dan mempercepat pengambilan keputusan, seiring upaya perusahaan mempertahankan pertumbuhan di pasar asuransi umum Malaysia yang terus berkembang.
“AI memungkinkan kami melakukan penetapan harga yang lebih akurat dan merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat,” kata CEO MSIG Malaysia Ang Yien Chia kepada Insurance Asia. “Ini bukan hanya soal efisiensi operasional, tetapi perubahan mendasar dalam cara kami berinteraksi dengan nasabah.”
Ang, yang mulai menjabat pada Juli, menilai pertumbuhan jangka panjang industri asuransi sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menghadirkan produk yang lebih terjangkau dan mudah diakses tanpa mengorbankan kualitas layanan.
“Dengan menawarkan solusi modular dan berbasis kebutuhan, kami dapat menjangkau nasabah yang sebelumnya mungkin tidak mampu membeli produk tradisional, sekaligus memenuhi ekspektasi konsumen digital,” ujarnya.
Menurut proyeksi GlobalData Plc, premi bruto industri asuransi umum Malaysia diperkirakan tumbuh rata-rata 6,6% per tahun hingga mencapai US$7,2 miliar pada 2029, dari sekitar US$5,5 miliar saat ini.
MSIG Malaysia, unit dari Mitsui Sumitomo Insurance Co. asal Jepang, mengatakan kanal digital menjadi salah satu pendorong kinerja tahun lalu. Kanal ini berkontribusi sekitar US$19 juta (RM80 juta) premi bruto, naik 39% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan didorong oleh penjualan online, kemitraan digital, serta kampanye media sosial yang lebih terarah untuk meningkatkan visibilitas merek.
Perusahaan juga telah menerapkan AI dalam proses klaim dengan menggunakan analisis gambar untuk menilai kerusakan kendaraan dan mengidentifikasi metode perbaikan yang lebih efisien. Sistem tersebut menangani sekitar 56% klaim kerusakan bodi kendaraan dengan tingkat akurasi 93%, sehingga mempercepat proses penyelesaian klaim sekaligus meningkatkan kepuasan nasabah.
Selain transformasi digital, Ang menegaskan bahwa pengembangan talenta menjadi fokus utama tahun ini, terutama dalam menarik profesional muda di tengah persaingan ketat untuk tenaga kerja terampil.
“Talenta muda saat ini ingin melihat bahwa pekerjaan mereka memiliki makna,” katanya. “Mereka tertarik pada lingkungan kerja yang kolaboratif secara nyata dan memberikan dampak langsung.”
Untuk mendukung hal tersebut, MSIG memperkenalkan jalur karier yang lebih cepat, meningkatkan investasi pada perangkat pricing, serta memperkuat program kesehatan mental dan keseimbangan kerja-hidup.
Perusahaan menghadapi pasar tenaga kerja yang ketat. Data Aon Plc menunjukkan dua dari lima pekerja di Malaysia mempertimbangkan pindah kerja dalam waktu satu tahun. Kompensasi tetap menjadi faktor utama, namun pekerja Generasi X dan milenial juga menekankan fleksibilitas dan otonomi.
Menurut Ang, faktor pembeda terbesar justru terletak pada makna pekerjaan itu sendiri. “Ketika pekerjaan kami diposisikan sebagai upaya membantu keluarga bangkit dari kejadian tak terduga atau memungkinkan bisnis mengambil risiko yang terukur, industri asuransi menjadi jauh lebih menarik,” ujarnya.
Ang menggantikan Chua Seck Guan, yang pensiun pada 2 Juli setelah berkarier selama 42 tahun. Selama kepemimpinannya, Chua memimpin dua merger dan empat akuisisi, memperkenalkan risk-based pricing, serta membangun kapabilitas analitik data yang membawa perusahaan mencatat profitabilitas underwriting selama 15 tahun berturut-turut.
MSIG Malaysia melaporkan laba bersih naik 9,8% secara tahunan menjadi US$88,1 juta (RM370,13 juta) tahun lalu. Chua saat ini tetap berperan sebagai penasihat senior guna memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar.