, Singapore
3326 views

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.

Great Eastern Life Assurance Co. Ltd. meningkatkan investasi digital dan menyempurnakan portofolio produknya sebagai bagian dari reposisi strategi untuk memperkuat pertumbuhan di pasar asuransi Asia Tenggara yang semakin kompetitif, kata Group Chief Executive Officer Greg Hingston.

“Kami sedang merevitalisasi strategi untuk memperkuat kemitraan dengan nasabah dalam perjalanan kesejahteraan finansial mereka,” ujarnya kepada Insurance Asia. “Artinya, kami menyesuaikan proposisi layanan untuk berbagai persona nasabah agar lebih relevan dengan kebutuhan yang terus berkembang.”

Perusahaan asuransi berbasis di Singapura ini, yang memperbarui logo pada perayaan ulang tahun ke-117 pada Agustus, berencana memperluas produk bagi segmen high-net-worth individual (HNWI) serta pelaku usaha kecil dan menengah.

Sebagai perusahaan asuransi terbesar dan tertua di Singapura, Great Eastern juga mulai mengimplementasikan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung jaringan tenaga pemasar dan penasihat keuangan.

Hingston mengatakan perusahaan tengah menguji solusi AI internal yang dapat memangkas waktu persiapan pertemuan dengan nasabah dari lebih dari dua jam menjadi kurang dari 30 menit.

“Jika diterapkan di seluruh jaringan agen di Singapura, kami memperkirakan dapat menghemat sekitar setengah juta jam, sehingga tenaga pemasar dapat mengalihkan waktu tersebut untuk memberikan dukungan yang lebih berkualitas bagi kebutuhan perencanaan keuangan nasabah,” ujarnya.

Meski industri asuransi di Asia semakin mengadopsi kanal digital dan produk embedded insurance, Hingston menegaskan Great Eastern tetap mempertahankan pendekatan multi-channel—mulai dari digital, agen, bancassurance, hingga kemitraan afinitas—agar dapat menjangkau nasabah di berbagai titik interaksi.

Menurutnya, produk asuransi, khususnya untuk perlindungan jiwa, kesehatan, dan pengelolaan kekayaan, tetap merupakan keputusan finansial yang kompleks sehingga peran manusia masih penting.

“Perwakilan keuangan kami mendampingi nasabah di setiap tahap kehidupan. Banyak nasabah yang merasa lebih percaya diri saat didampingi, terutama ketika menghadapi masa sulit,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa masa depan industri membutuhkan kombinasi antara sentuhan manusia dan teknologi. Teknologi terbaru dinilai mampu mempercepat analisis informasi dalam jumlah besar serta meningkatkan produktivitas tenaga pemasar.

AI, misalnya, digunakan untuk membantu penasihat keuangan mempersiapkan interaksi dengan nasabah secara lebih efisien, sehingga lebih banyak waktu dapat digunakan untuk konsultasi yang bernilai tambah.

Terkait peluang pertumbuhan di kawasan ASEAN, Hingston menyebut dua fokus utama perusahaan, yakni menggarap ruang pasar baru yang belum banyak disentuh serta memperdalam penetrasi melalui proposisi produk yang lebih kuat.

Ia menilai sejumlah megatren di Asia membuka peluang besar bagi industri asuransi, antara lain peningkatan kekayaan masyarakat, transfer kekayaan antar generasi, populasi yang menua, tantangan kecukupan dana pensiun, serta akses layanan kesehatan jangka panjang yang terjangkau.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dan AI juga mengubah seluruh rantai nilai industri, mulai dari model distribusi, diagnosis dan perawatan medis, proses underwriting dan pricing, hingga layanan dan manajemen klaim.

“Semua ini menunjukkan bahwa Asia membutuhkan lebih banyak perencanaan keuangan dan asuransi, meski cara penyediaan dan konsumsi produknya terus berubah,” katanya.

Dengan latar belakang tersebut, Great Eastern berencana terus memperkuat bisnis utamanya di Singapura dan Malaysia—baik produk konvensional maupun family takaful—serta meningkatkan skala operasional di Indonesia.

Melalui berbagai lini bisnis serta konektivitas dalam OCBC Group, perusahaan melihat peluang besar untuk membuka nilai tambah yang lebih luas. Di luar pasar yang sudah ada, Great Eastern juga terus mengevaluasi peluang ekspansi baru yang dapat didukung jaringan regional OCBC Group.

Follow the link s for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.