, Indonesia
887 views
/AXA Indonesia

CEO AXA: Perusahaan asuransi Indonesia perlu mewujudkan transformasi teknologi

Industri harus memanfaatkan saluran distribusi digital untuk mendorong pertumbuhan, menurut AXA.

Perusahaan asuransi di Indonesia perlu berinvestasi dalam teknologi, meningkatkan keamanan siber, dan memperbaiki manajemen data, menurut CEO AXA Insurance Indonesia, seiring dengan upaya sektor ini untuk mendorong pertumbuhan di negara dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih rendah.

Perusahaan asuransi harus terus meningkatkan proses pembelian dan klaim digital dengan melanjutkan rencana transformasi digital mereka, kata Laurent Bourson, CEO AXA Insurance Indonesia, kepada Insurance Asia.

“Krisis ekonomi dan kesehatan global akibat pandemi telah memberikan dampak signifikan pada industri asuransi, termasuk AXA Insurance,” katanya, seraya menambahkan bahwa mengikuti perkembangan lanskap risiko yang terus berubah memerlukan “investasi besar dalam teknologi baru bagi semua pelaku industri.”

Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia tercatat sebesar 1,39% pada akhir 2022, menurut ASEAN Insurance Council, terutama disebabkan oleh kurangnya literasi keuangan di kalangan masyarakat, di mana kurang dari setengah penduduknya memiliki pemahaman keuangan yang memadai. Sebagai perbandingan, Singapura mencatat penetrasi asuransi tertinggi di ASEAN dengan 10,49%, diikuti oleh Thailand (5,02%), Vietnam (2,51%), dan Filipina (1,98%).

Sebuah survei 2023 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hanya 56% perusahaan asuransi di Indonesia yang telah menggunakan teknologi informasi, sementara 38% belum sepenuhnya mengadopsi saluran pemasaran digital.

Laurent Bourson, CEO AXA Insurance Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan asuransi di Indonesia harus mengadopsi dan memanfaatkan AI untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Berikut kutipan dari wawancaranya:

Apa saja hambatan dalam adopsi teknologi informasi di industri asuransi Indonesia?

Krisis ekonomi dan kesehatan global akibat pandemi telah memberikan dampak signifikan pada industri asuransi, termasuk AXA Insurance. Kami menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatkan transformasi digital, mengelola risiko keamanan siber, memperbaiki manajemen dan analisis data, serta beradaptasi dengan lanskap risiko yang terus berubah. Semua ini memerlukan investasi besar dalam teknologi baru bagi seluruh pelaku industri.

Di AXA Insurance, kami bercita-cita menjadi pemimpin pasar dalam hal keunggulan layanan pelanggan melalui digitalisasi layanan di seluruh perjalanan nasabah. Secara keseluruhan, investasi kami akan difokuskan pada peningkatan pengalaman pembelian digital, digitalisasi layanan pasca-pembelian, pengalaman klaim yang lebih mudah dan lancar, kemudahan dalam proses perpanjangan polis, serta peningkatan kesadaran pelanggan melalui pemasaran digital.

Apa saja praktik terbaik di sektor asuransi Asia-Pasifik?

Penerapan AI di industri asuransi Indonesia masih berada pada tahap awal. Namun, potensi manfaatnya sangat besar. Perusahaan asuransi yang berhasil mengadopsi AI akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan.

Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia telah mulai menerapkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, efektivitas, dan daya saing mereka.

Penerapan AI dalam industri asuransi diharapkan membawa manfaat besar, termasuk meningkatkan kesehatan industri asuransi di Indonesia, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini, serta mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia.

Bagaimana perkembangan kerangka regulasi di Indonesia?

Penting bagi perusahaan asuransi untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi dan kepatuhan dengan menerapkan program pelatihan yang komprehensif, melakukan audit dan penilaian berkala, memanfaatkan teknologi dalam kepatuhan operasional, membangun kerangka kepatuhan yang kuat, serta mendorong komunikasi yang terbuka.

Di Indonesia, saya melihat bahwa OJK sebagai regulator jasa keuangan, termasuk sektor asuransi, terbuka terhadap digitalisasi dan perubahan menuju layanan pelanggan yang lebih baik serta perlindungan data pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan inisiatif regulator dalam mengembangkan regulatory sandbox untuk inovasi, sesi berbagi informasi, dan diskusi dua arah dengan para pelaku industri.

Bagaimana perubahan regulasi terkait AI dalam industri asuransi?

Pada Desember 2023, Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan dokumen panduan mengenai kode etik untuk penerapan AI yang bertanggung jawab dan tepercaya dalam industri teknologi keuangan. Panduan ini bertujuan untuk memitigasi risiko dan mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam industri fintech.

Penting untuk selalu menjaga akuntabilitas, memastikan bahwa organisasi memiliki mekanisme yang kuat untuk memantau proses pengambilan keputusan AI dan bertanggung jawab atas hasilnya. Semua perusahaan harus mematuhi hukum industri serta pedoman etika yang berlaku, terutama dalam penerapan sistem AI.

Untuk kepentingan bisnis, perusahaan harus memastikan bahwa proses AI transparan, mudah dipahami, dan dapat dijelaskan kepada konsumen serta regulator. Ini mencakup penyediaan informasi yang jelas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan yang dibuat oleh sistem AI.

Terakhir, perusahaan harus memastikan bahwa sistem AI yang digunakan aman, terjamin, dan andal. Dalam konteks ini, perusahaan harus menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi informasi sensitif serta menjaga integritas teknologi AI dalam operasionalnya.

Follow the link for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.