, Hong Kong
1119 views
Photo from Freepik

Hong Kong butuh lebih banyak underwriter di asuransi kelautan

Kota ini mungkin harus melonggarkan aturan imigrasi untuk menarik talenta.

Hong Kong perlu mengembangkan dan memperluas jumlah underwriter jika ingin menjadi pusat internasional untuk asuransi kelautan dan bisnis terkait, menurut para analis.

Underwriter asing biasanya menangani risiko utama dalam industri kelautan kota ini karena kurangnya talenta dan sumber daya lokal, kata Priscilla Foo, head Marine dan Energy untuk wilayah Asia-Pasifik di Swiss Re.

Pemerintah mungkin perlu melonggarkan kebijakan imigrasi dan menawarkan lebih banyak insentif pajak untuk menarik lebih banyak talenta serta perusahaan asuransi kelautan asing, tambahnya. Selain itu, kota ini perlu menyediakan layanan asuransi dan reasuransi yang kuat, termasuk asuransi kelautan untuk mempertahankan statusnya sebagai pusat maritim.

Hong Kong memiliki 81 perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi kelautan, meskipun hanya 10 yang secara khusus berfokus pada asuransi kelautan, menurut Otoritas Asuransi.

Sektor asuransi kelautan sangat penting bagi industri perkapalan karena broker asuransi membantu pembeli kapal mengidentifikasi risiko dan menyesuaikan cakupan asuransi yang sesuai, menurut Hong Kong Trade Development Council.

Timothy Lee, deputy chairman Marine Insurance Association (MIA), mengatakan Hong Kong dapat meniru London, salah satu pusat asuransi kelautan terbesar dan terkemuka di dunia. Meskipun tidak ada data resmi mengenai jumlah underwriter asuransi di London, kota tersebut adalah rumah bagi Lloyd’s of London, yang melayani klien di lebih dari 200 negara dan wilayah.

“Lloyd’s of London adalah salah satu pasar asuransi kelautan terbesar dan terkemuka karena mereka memiliki salah satu kumpulan talenta terbesar,” katanya kepada Hong Kong Business. “Mereka memiliki underwriter yang baik dan bukan hanya baik, tetapi juga memiliki reputasi dan diakui sebagai underwriter utama.”

“Kita juga perlu memiliki lebih banyak underwriter ‘berperingkat Michelin Star’ di Hong Kong, yang tentunya tidak mudah,” tambahnya.

Dalam pidato kebijakan 2024, Chief Executive Hong Kong John Lee mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah tenaga profesional di bidang asuransi kelautan serta memperluas dana pelatihan maritim dan penerbangan agar mencakup kursus energi hijau dan ujian asuransi kelautan.

Chairman MIA Patrick Wong mengatakan  kelompok mereka telah mengembangkan program pelatihan untuk asuransi kelautan yang diakui oleh International Union of Marine Insurance (IUMI) sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan tenaga ahli.

Hong Kong Federation of Insurers (HKFI), di mana MIA beroperasi, mewakili IUMI Asia Hub, satu-satunya cabang luar negeri dari IUMI. Wong menambahkan bahwa MIA juga memanfaatkan hubungannya dengan IUMI untuk mempromosikan produk asuransi kelautan Hong Kong ke negara lain.

Lee mengatakan Hong Kong menawarkan berbagai program pendanaan dan sponsor, seperti Maritime and Aviation Training Fund (MATF). Selain asuransi kelautan, dana ini juga mencakup sektor perkapalan, hukum maritim, dan industri serta layanan terkait maritim lainnya.

Mahasiswa di Hong Kong dapat mengajukan pengembalian dana hingga 80% dari biaya pelatihan daring mereka jika program tersebut disetujui di bawah dana ini, selain manfaat lainnya, tambahnya.

‘Kondisi pasar’

Lee mengatakan bahwa keberadaan lebih banyak underwriter berpengalaman dan bereputasi baik di Hong Kong dapat mendorong perusahaan asuransi kelautan asing untuk menginvestasikan lebih banyak modal di kota ini. “Jika kita memiliki tenaga ahli yang baik di sini, ditambah dengan peluang bisnis yang ada… perusahaan-perusahaan akan berinvestasi lebih banyak,” katanya.

Wong mencatat bahwa selain insentif pajak, di mana pemerintah memangkas pajak keuntungan bagi perusahaan asuransi dan broker kelautan menjadi 8,25% pada 2021. Hong Kong juga memanfaatkan hubungannya dengan Cina, khususnya di Greater Bay Area, untuk menarik lebih banyak pemain asuransi dan memperluas jangkauan industri.

Kedekatan geografis Hong Kong dengan Cina Daratan memperkuat perannya sebagai pusat maritim utama di kawasan ini, kata James Lo, Underwriter Senior di HDI Global SE Hong Kong. “Industri ini sering membahas bagaimana memanfaatkan kedekatan Hong Kong dengan pasar Cina Daratan untuk menyediakan layanan bernilai tambah lebih tinggi bagi industri maritim.”

Ia menambahkan bahwa kota ini dapat memperluas portofolio asuransinya dengan menawarkan perlindungan terhadap risiko siber dalam operasi maritim, asuransi perkapalan ramah lingkungan, serta asuransi parametrik untuk risiko cuaca. Minat terhadap solusi berbasis AI untuk perkapalan otonom juga terus meningkat.

Di Hong Kong, tiga lini utama produk asuransi kelautan adalah kargo, lambung dan mesin kapal, serta tanggung jawab hukum, termasuk protection dan indemnity (P&I), dengan bagian yang terkait dengan kapal menyumbang sebagian besar premi asuransi, menurut Lee.

Foo mengatakan  Hong Kong sudah menawarkan produk dan layanan asuransi kelautan yang komprehensif, termasuk asuransi kargo dan lambung kapal. Ini termasuk untuk kapal pesiar dan produk pendukung lainnya, perlindungan dan ganti rugi, serta dalam skala lebih kecil, energi hulu dan energi terbarukan.

“Semua ini dapat dilayani oleh pasar, meskipun dengan kapasitas dan spesialisasi yang bervariasi yang mana ini merupakan suatu kondisi pasar yang wajar untuk lini bisnis global seperti asuransi kelautan,” katanya. “Produk asuransi kelautan yang lebih spesifik dan khusus masih banyak ditangani oleh pasar London dan Norwegia, dan seharusnya tetap demikian.”

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.