, APAC
932 views

Mantan orang luar ini kini menjadi salah satu eksekutif papan atas industri asuransi di Asia

Damien Green baru-baru ini menjadi pemimpin baru  Manulife Asia.

Damien Green tidak pernah berencana  menduduki posisi tinggi, apalagi berkarir, di industri asuransi. Dia pertama kali bekerja dibidang pengelolaan dana pensiun di Australia, memperbaiki dan meningkatkan tabungan pensiun kliennya. Di sana ia belajar banyak tentang pentingnya asuransi, khususnya asuransi untuk kematian dan penyakit keras.

Kini, dia menjabat sebagai CEO Manulife Asia, setelah dipromosikan pada 2022 dari  posisi sebelumnya sebagai CEO Manulife Hong Kong.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Insurance Asia mengenal lebih jauh tentang Damien dan pengalamannya sebagai pemimpin asuransi di Hong Kong, pemikirannya tentang isu-isu di industri, dan bagaimana dia berencana memimpin Manulife Asia menjadi perusahaan asuransi nomor satu di Asia.

Apa yang paling menarik di industri asuransi?

Apa yang saya pelajari di industri asuransi jiwa Asia adalah keseimbangan sebuah pasar yang matang dan pertumbuhan yang tinggi dengan distribusi yang kuat. Sangat memotivasi untuk berpartisipasi dalam segmen layanan keuangan utama di Asia.

Asuransi jiwa adalah bisnis untuk masyarakat. Tugas kita adalah memberi orang secarik kertas dengan janji tertulis di atasnya. Dari penasihat, agen, dan orang-orang di garis depan—semua orang bersemangat dengan tujuan kami, yaitu membuat janji jangka panjang dan menepati janji tersebut dengan memastikan kami memiliki solusi yang tepat sesuai  kebutuhan mereka..

Kami juga berkontribusi kepada masyarakat tempat kami beroperasi. Misalnya, di Hong Kong, kami meluncurkan Program Ketahanan Kesehatan Manulife untuk masyarakat lanjut usia dengan Pusat Layanan Keluarga Kristen. Hal ini bertujuan memberikan 1.000 konsultasi medis online untuk masyarakat lanjut usia yang membutuhkan di distrik Kwun Tong dan Wong Tai Sin, dengan dukungan menyeluruh dalam membantu membangun kesehatan mereka dari rumah mereka masing-masing. Program ini mencakup konsultasi online dengan praktisi medis dari Cina dan Barat serta pengiriman obat-obatan.

Bisakah Anda berbagi dengan kami hal-hal yang Anda pelajari saat bekerja dengan perusahaan top di industri ini?

Saya hanya bisa merangkumnya menjadi satu. Budaya untuk menang. Jika saya melihat perbedaan antara perusahaan asuransi jiwa besar saat ini, produknya umumnya sama. Mereka semua sangat kompetitif. Yang membedakan semuanya adalah budaya. Kami fokus mendukung dan memberi energi kepada karyawan kami dengan meruntuhkan hierarki dan memastikan bahwa orang-orang merasa nyaman dengan diri sendiri. Kami juga terus mendorong keragaman di Manulife, termasuk melalui Employee Resources Groups (ERG) di Asia. Mereka memainkan peran penting dalam pengembangan dan penerapan keragaman, kesetaraan, dan inklusi atau Strategi DEI kita. Secara global, kami memiliki 13 ERG, dengan 31 chapter dan lebih dari 13.000 anggota.

ERG kami memberi pandangan terhadap masalah keragaman, kesetaraan, dan inklusi yang menjadi perhatian utama karyawan kami serta membantu mengidentifikasi peluang di mana kami dapat memainkan peran yang lebih kuat, dan membuat kami bertanggung jawab atas strategi dan komitmen.

BACA JUGA: Manulife launches learning platform for insurance advisors in Asia

Menurut Anda apa masalah utama yang harus diprioritaskan  perusahaan asuransi?

Yang terpenting adalah industri bergerak untuk memiliki pola pikir pascapandemi. Di Manulife, kami sekarang mencari cara  mempercepat pertumbuhan secara signifikan, berinvestasi besar-besaran, dan fokus pada peluang di depan kami seperti kesenjangan perlindungan yang besar di Asia.

Menurut penelitian Swiss Re, Asia Pasifik ada kesenjangan perlindungan kematian sebesar $119 triliun di 2030. Untuk memberi Anda gambaran tentang seberapa besar itu akan tumbuh, di 2019, angka itu pertama kali dihitung sebesar $77 triliun. Tapi apa yang mendorong kesenjangan? Itu adalah kelas menengah yang sedang naik daun. Saat ini kami mengharapkan kelas menengah di Asia tumbuh dari 2 miliar orang di 2020 menjadi sekitar 3,5 miliar di 2030, itu adalah peningkatan 73%.

Karena standar hidup lebih tinggi dan pendapatan lebih tinggi, biaya terkait hilangnya sumber pendapatan utama karena kematian juga menjadi jauh lebih tinggi.

Bisakah Anda ceritakan tentang hari-hari Anda sebagai CEO Manulife Hong Kong? Apa pencapaian utama yang paling Anda banggakan?

Manulife Hong Kong dan Makau merayakan 125 tahun kiprahnya di bisnis asuransi dan merupakan perusahaan asuransi jiwa terlama yang terus beroperasi di Hong Kong. Yang paling saya banggakan dari apa yang telah dicapai Manulife Hong Kong adalah rekor pertumbuhan agen. Kami sekarang memiliki lebih dari 11.000 agen, dengan tingkat pertumbuhan satu digit yang tinggi sejak awal pandemi sementara pasar  dalam kondisi sedang mundur, dengan jumlah agen menurun di pesaing utama kami.

Hal ini dicapai melalui program-program keterlibatan keagenan seperti program CEO untuk agen-agen muda kami, yang bertujuan mendatangkan agen-agen potensial berkinerja tinggi dari industri lain. Hal lain yang saya banggakan adalah rekor penjualan asuransi kami yang tinggi. Kami telah melampaui tingkat pra-pandemi 2019, dengan nilai bisnis baru mencapai $115,93 juta (HK$910 juta) dan premi tahunan yang setara dengan $170 juta (HK$1,31 miliar). Kami telah melakukannya dengan menciptakan produk-produk hebat dan kemitraan yang luar biasa seperti kemitraan eksklusif kami dengan DBS di Hong Kong.

Dengan Anda memimpin Manulife Asia, apa tujuan Anda?

Kami  bertujuan menjadi Perusahaan Asuransi Jiwa nomor satu di Asia. Saat ini, kami berada di tiga besar dan kami adalah yang terkuat dari ketiganya. Di Asia, kami hadir di 13 pasar dengan 13 juta pelanggan dan lebih dari 100.000 agen. Kami memiliki 100 kemitraan bancassurance, dengan 10 kemitraan eksklusif dengan kemitraan 16 tahun dengan DBS.

Follow the link for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.