, Hong Kong
491 views
Fred Ngan, CEO and co-founder pf virtual insurance Bowtie.

Perusahaan asuransi virtual Bowtie memangkas harga hingga 50%

Hal ini dilakukan dengan menghilangkan keberadaan agen asuransi dari proses onboarding.

Bagi Fred Ngan dan Michael Chan, co-founder dan co-CEO perusahaan asuransi virtual Bowtie, industri asuransi Hong Kong sudah ketinggalan zaman dan mahal, selain itu industri juga menghadapi kesenjangan perlindungan yang besar.

“Dengan begitu banyak perusahaan asuransi di Hong Kong, mengejutkan bahwa kami masih menghadapi kesenjangan perlindungan $6,9 triliun. Ini berarti setiap orang dewasa yang bekerja menghadapi kesenjangan perlindungan $1,9 juta,” kata Fred.

Solusi mereka untuk masalah ini adalah mempersingkat proses orientasi dan mengurangi biaya dengan menghilangkan perantara seperti agen asuransi. Proses menjelaskan kepada nasabah secara rinci tentang polis dan manfaat, serta membantu proses klaim biasanya memakan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu.

Platform bebas agen

Perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak perlu boots on the ground untuk melakukan penjualan produk mereka.

“Ini adalah platform layanan mandiri di mana [nasabah] dapat mengakses semua produk dan informasi harga. Mereka bisa mengontrol dan merancang produk mana yang mereka inginkan berdasarkan kebutuhan dan penelitian mereka sendiri,” kata Fred.

“Produk yang kami tawarkan memiliki value for money yang sangat tinggi. Sebagian besar produk yang kami jual memiliki premi terendah di pasar. Misalnya beberapa produk medis kami atau produk term-life kami dapat menghemat 30%. Kadang sampai 50% dibanding produk lain yang dijual oleh agen,” kata Fred menjelaskan.

Ini karena sebagai platform bebas agen, mereka menghemat pembayaran komisi kepada agen.

Fred yakin mereka bisa menghilangkan kebutuhan akan agen karena Bowtie sangat bersikeras dengan transparansinya. Konsumen yang lebih muda, yang merupakan sebagian besar basis klien mereka, ingin memahami sepenuhnya ketentuan polis mereka sebelum membeli asuransi.

“Kami sangat transparan terkait premi. Nasabah dapat mengakses semua informasi yang mereka butuhkan untuk keputusan pembelian mereka yang merupakan elemen yang sangat penting dalam membangun kepercayaan,” kata Fred menjelaskan.

Transparansi, menurunkan harga premi, dan memanfaatkan pesatnya perkembangan digital hanyalah beberapa cara yang telah dilakukan Bowtie untuk mengubah permainan di industri asuransi.

“Proses kami otomatis. Jauh lebih efektif dan efisien ketika kita menggunakan teknologi untuk melibatkan nasabah secara online,” kata Fred.

Bowtie juga menggunakan cara-cara modern untuk mengimbangi kurangnya agen asuransi dalam memperkenalkan produk mereka kepada konsumen. Fred mengatakan ini adalah bagian dari cara mereka membangun hubungan dengan konsumen.

“Kami punya blog dengan hampir dua juta trafik organik setiap bulannya. Kami menerbitkan artikel yang mengajarkan konsumen. Misalnya, kami memiliki artikel yang menjelaskan apa itu asuransi kesehatan, cara kerjanya, dan cara mengajukan klaim. Inilah cara kami melibatkan nasabah. Beginilah cara mereka mengenal merek dan akhirnya datang ke situs web kami dan membeli produk,” kata Fred.

Perawatan pencegahan

Menurut Fred, sebagian besar produk Bowtie berpusat pada perawatan pencegahan karena tujuan utama mereka adalah menjaga kesehatan nasabah.

Produk asuransi Bowtie dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Mereka juga memiliki klinik sendiri di dekat kantor mereka serta dokter dan ahli gizi yang dapat dilibatkan oleh pemegang polis.

Contoh bagaimana Bowtie membantu nasabah fokus pada perawatan pencegahan adalah tantangan kesehatan 12 minggu yang dilakukan dengan WeLab. Bowtie mengirim dokter mata, ahli gizi, praktisi pengobatan Cina, dan pelatih meditasi ke kantor WeLab sebagai bagian dari layanan konsultasi Bowtie, di samping sistem konsultasi ahli diet online 24/7 yang tersedia bagi peserta untuk rekomendasi kesehatan.

Bowtie memberlakukan beberapa sesi perawatan pencegahan di mana karyawan WeLab dianggap berhati-hati tentang pencahayaan dan postur saat bekerja serta mengetahui pentingnya desain yang tepat untuk meja dan kursi komputer dan pentingnya pemeriksaan mata secara teratur.

Jenis program engagement ini penting bagi nasabah mereka, menurut Fred, karena mayoritas klien mereka adalah profesional muda. Selain itu, UKM yang memiliki staf kurang dari 20 orang lebih tertarik untuk membeli asuransi kelompok secara online karena jauh lebih mudah bagi mereka. Fred mengatakan tahun ini saja mereka melihat banyak startup beralih dari perusahaan asuransi lain ke Bowtie.

Saat ini, Bowtie telah menyediakan lebih dari US$5 miliar nilai pertanggungan kepada 60.000 nasabah.

Ekspansi ke Asia Tenggara

Dalam putaran pendanaan terakhirnya di 2021, Bowtie mengumpulkan US$22,6 juta dalam putaran pendanaan seri B.

Putaran ini dilakukan oleh Mitsui & Co., Ltd, dengan partisipasi dari investor existing, Sun Life Hong Kong Limited. Fred mengatakan mereka merencanakan pendanaan lain untuk meningkatkan modal tetapi tidak menyebutkan kapan itu akan terjadi.

Saat ini Fred mengatakan mereka akan fokus untuk melampaui Hong Kong dan memasuki pasar lain di Asia Tenggara. Bowtie mengincar Vietnam sebagai salah satu pasar yang diidentifikasi memiliki banyak potensi. Fred menambahkan, pihaknya tengah melakukan riset di beberapa pasar Asia Tenggara.

“Fakta bahwa model bisnis ini bekerja di Hong Kong, kami pikir kami dapat menirunya. Kami telah meluncurkan beberapa pemasaran konten di pasar yang berbeda sebagai cara untuk memahami permintaan nasabah di pasar tersebut,” kata Fred menjelaskan. Mereka berencana untuk bekerja sama dengan Sun Life dan Mitsui ketika mereka memulai ekspansi.

Fred mengatakan bahwa dengan semakin banyak orang menerima asuransi online,  tren tersebut tidak akan melambat.

“Dengan membeli secara online, konsumen akan menghemat uang dan waktu. Saat ini, dalam survei, adopsi online hanya beberapa persen. Namun, jika melihat banyak survei, terutama untuk generasi muda, setidaknya 50% dari mereka akan mempertimbangkan untuk membeli secara online untuk produk asuransi yang sederhana, ”kata Fred.

Dengan cara kerja model bisnis Bowtie, kita mungkin melihat lebih banyak perusahaan asuransi bebas agen yang bermunculan.

 

Follow the links for more news on

Perusahaan asuransi mengincar pengambilalihan saham pengendali unit jiwa BNI

Lender mempertimbangkan untuk menjual 60% sahamnya di PT BNI Life Insurance.

Pemerintah Indonesia mempercepat lembaga penjamin kebijakan

Lembaga ini bertujuan untuk melindungi pemegang polis jika perusahaan asuransi bangkrut.

PasarPolis menguji coba aplikasi asuransi one-stop-shop baru, Tap Insure

Aplikasi ini dibuat dalam kemitraan dengan PT Zurich Asuransi Indonesia, Tbk.

KoverNow: Netflixnya Asuransi?

Model berlangganan KoverNow memberikan pilihan bagi konsumen yang tidak menginginkan kontrak panjang.

Bagaimana pusat layanan after-sales GBA akan berpengaruh pada industri asuransi di Hong Kong

Sravani Ampabathina dari GlobalData percaya bahwa pusat-pusat layanan tersebut akan meningkatkan penjualan asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor.

Bagaimana warga Hong Kong mempersiapkan pensiun mereka

Dua dari lima warga  berharap untuk pensiun sebelum usia 60-an, Sun Life mengungkapkan.

bolttech mengakuisisi saham mayoritas di broker asuransi Indonesia

Akuisisi ini memperkuat kemampuan pertukaran asuransi insurtech di Indonesia.

Swiss Re dan Indonesia Re bermitra untuk meningkatkan aksesibilitas digital di Indonesia

Lebih dari 70 reasuradur atau reinsurer akan mendapat manfaat dari kerja sama ini.

Astra International pertimbangkan akan menjual bisnis asuransinya

Kesepakatan itu dapat mendatangkan nilai bisnis sebesar  $ 500 juta.

Aon menunjuk CEO baru untuk Aon Indonesia

Dia sebelumnya adalah CEO dari Pacific MMI Insurance.