, Indonesia
593 views
Main Director of Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara

Upgrade AI oleh Zurich Indonesia mempercepat polis kendaraan

AI menyederhanakan penilaian dan memungkinkan bisnis P&C perusahaan asuransi mengalami pertumbuhan GWP sebesar 20% yang luar biasa selama Q1 2023.

Zurich Indonesia telah mengambil langkah berani untuk meningkatkan proses penilaian kendaraan mereka dengan menerapkan Artificial Intelligence (AI). Melalui teknologi baru ini, metode survei manual konvensional untuk mobil bekas dan kendaraan baru mendapatkan peningkatan yang sangat dibutuhkan, menjanjikan peningkatan efisiensi dan akurasi.

Dalam wawancara dengan Insurance Asia, Edhi Tjahja Negara, direktur utama Zurich Indonesia, mengakui bahwa survei manual rentan terhadap tantangan seperti waktu, akurasi data, dan kesalahan manusia. Bantuan AI mengatasi hal ini dan mempercepat proses evaluasi.

 “Satu hal yang kami pahami dari kebutuhan nasabah adalah akurasi data dan penyederhanaan proses. Kami melihat peluang dalam langkah survey kendaraan untuk mengeluarkan kebijakan dan bermitra dengan CamCom, sebuah perusahaan penyedia teknologi berbasis AI," katanya.

 Dengan AI sebagai inti dari sistem penilaian mereka, Zurich Indonesia bertujuan untuk menetapkan standar industri baru, memberikan penerbitan polis yang lebih cepat dan andal bagi nasabah mereka yang berharga.

Edhi menjelaskan, karena proses survei dapat dilakukan secara otomatis oleh agen dan surveyor, proses yang disederhanakan memungkinkan laporan pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat.

“Hal ini memungkinkan kami untuk menentukan nilai perlindungan yang sesuai, lebih cepat, akurat, dan mengurangi kesalahan manusia. Nasabah juga bisa mendapatkan polis asuransi pada hari yang sama,” katanya.

Hal ini juga akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. Melalui layanan yang lebih baik dan lebih cepat secara real-time kepada nasabah. “Kebijakan bisa lebih cepat dikeluarkan yang berujung pada perbaikan bisnis,” katanya.

Kontribusi asuransi kendaraan

Asuransi kendaraan sangat penting untuk bisnis properti dan kecelakaan (P&C) Zurich. Produk ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi bruto dan pertumbuhan perusahaan.

Lebih lanjut, dengan melihat GWP asuransi umum Indonesia pada 2022 yang tumbuh 15,3% year-on-year (YoY) di mana kontributor terbesar kedua berasal dari asuransi kendaraan.

“Kami juga yakin masih ada potensi asuransi kendaraan, karena penjualan kendaraan roda empat masih tumbuh sehingga masih banyak pengendara yang akan mendapatkan manfaat dari perlindungan asuransi,” kata Edhi.

Potensi dan tantangan

AI terbukti bermanfaat dalam berbagai hal, mulai dari membaca formulir secara otomatis dan menggunakan model bahasa besar (AI large language model), hingga penggunaan untuk menghitung risiko dan memahami nasabah dengan lebih baik.

“Saat ini, fokus kami adalah menerapkan alat AI ini dalam survei asuransi kendaraan kami dan kami dan kami berencana untuk memperluasnya untuk aktivitas nasabah di masa mendatang,” kata Edhi.

Namun, proses ini masih menghadapi tantangan, khususnya dalam hal integrasi dengan layanan dan sistem TI. “Kami percaya bahwa AI bekerja paling baik bersama dengan keahlian manusia,” tegasnya.

Sementara itu, perusahaan mengakui pentingnya keamanan data dalam hal ini.

“Sangat penting bahwa data nasabah dan perusahaan selalu aman dan terlindungi, jadi jika kami mempertimbangkan penggunaan model bahasa besar (AI large language model), ini harus tetap berada dalam domain pribadi dengan pemantauan dan kontrol yang ketat. Sebagai sebuah perusahaan, kami sedang mengembangkan kerangka jaminan untuk digunakan dengan AI,” katanya.

Tantangan kedua terletak pada proses adaptasi karyawan perusahaan. “Seiring dengan pengenalan teknologi dan perkembangan baru, kami memberikan pelatihan berkelanjutan kepada agen, surveyor, dan karyawan internal kami sebelum pengenalan alat ini. Kami akan terus mensosialisasikan inovasi teknologi baru kepada nasabah yang akan memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Sejauh ini, Zurich Indonesia telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah. Pada Q1 2023, bisnis P&C mencatatkan pertumbuhan sebanyak 100.000 nasabah dengan pertumbuhan premi bruto (GWP) sebesar 20%.

“Kami berharap fokus kami pada nasabah dan terus berinovasi akan melanjutkan kesuksesan kami di sisa tahun ini,” kata Edhi.

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.