, APAC
8864 views
/Keisuke Yano, senior deputy manager at Sompo; Daniel Kashmir, Momentick CEO; Takahiro Okazaki, programme manager for GHG management at JGC.

Sompo uji coba asuransi metana di tengah pengetatan regulasi emisi

Pemantauan satelit dan inspeksi lapangan membantu perusahaan mendeteksi kebocoran dan menghindari sanksi.

Sompo Japan Insurance, Inc. tengah menguji skema asuransi metana seiring meningkatnya tekanan regulator global terhadap perusahaan untuk melacak dan menurunkan emisi gas rumah kaca tersebut.

Perusahaan asuransi ini bekerja sama dengan Momentick Ltd., Sompo Risk Management Inc., dan JGC Holdings Corp. untuk meluncurkan layanan deteksi metana berbasis asuransi. Solusi ini menggabungkan pemantauan satelit, inspeksi lapangan, serta perlindungan finansial guna membantu nasabah mendeteksi kebocoran, memenuhi kewajiban pelaporan emisi, dan menghindari potensi denda.

“Tujuan kami adalah mengurangi risiko denda dan kerugian finansial lainnya, termasuk di sektor energi dan industri,” kata Keisuke Yano, Senior Deputy Manager Sompo. “Tujuan berikutnya adalah melindungi keselamatan karyawan dan masyarakat sekitar dengan mencegah kebocoran gas berkonsentrasi tinggi.”

Platform satelit milik Momentick digunakan untuk mendeteksi emisi di sekitar aset yang diasuransikan dan menghasilkan laporan yang menjadi dasar proses underwriting Sompo. Sementara itu, JGC menyediakan survei menggunakan drone serta inspeksi langsung bagi operator yang membutuhkan data lebih detail.

Sompo menyebut layanan ini dirancang untuk mendukung perusahaan yang ingin mematuhi Global Methane Pledge, inisiatif global yang menargetkan pengurangan emisi metana sebesar 30% pada 2030. Meski masih dalam tahap awal, perusahaan melihat potensi pertumbuhan pasar di Eropa dan Amerika Utara, seiring semakin ketatnya pengawasan emisi.

“Tahun lalu kami memiliki aktivitas yang cukup besar di Prancis, sehingga kami berinvestasi di sana. Kami ingin menghadirkan solusi ini tidak hanya di Jepang tetapi juga secara global,” kata Yano.

Uni Eropa pada April 2024 mengesahkan aturan metana yang mengikat, mewajibkan perusahaan mengukur, melaporkan, dan memverifikasi emisi berdasarkan kerangka OGMP 2.0. Standar ini juga berlaku untuk impor minyak, gas, dan batu bara yang masuk ke wilayah Uni Eropa.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan Uni Eropa, tetapi juga negara lain seperti Qatar, Norwegia, Inggris, dan Aljazair,” kata Takahiro Okazaki, Programme Manager untuk manajemen gas rumah kaca di JGC.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 140 perusahaan di 70 negara telah bergabung dengan OGMP 2.0, mencakup sekitar 40% produksi minyak dan gas global serta 80% energi yang diperdagangkan secara internasional.

Di Asia Tenggara, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) dari Malaysia, PT Pertamina dari Indonesia, dan PTT Public Co. Ltd. dari Thailand termasuk dalam daftar penandatangan, sementara di Jepang baru satu perusahaan yang bergabung.

Menurut Okazaki, produk Sompo dapat membantu perusahaan membiayai kepatuhan terhadap regulasi emisi. “Layanan asuransi Sompo dapat menjadi pendorong pengurangan emisi karena banyak klien kesulitan mendapatkan anggaran. Jika dukungan datang dari sisi asuransi, ini bisa menjadi sumber pembiayaan tambahan,” ujarnya.

Sompo juga tengah menguji klausul yang mengaitkan pembayaran klaim dengan deteksi kebocoran emisi. “Aturannya adalah ketika emisi terdeteksi melebihi ambang tertentu, misalnya 1.000 kilogram per jam, maka kami membayarkan dana asuransi untuk biaya penanganan,” kata Yano.

Momentick memproses data dari sembilan konstelasi satelit menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan laporan emisi secara berkala.

“Kami dapat menyediakan laporan emisi secara rutin kepada perusahaan,” kata CEO Momentick, Daniel Kashmir. “Bukan hanya data hari ini atau kemarin, tetapi data historis aset di seluruh dunia hingga tujuh tahun ke belakang.”

Okazaki menjelaskan bahwa dampak pemanasan metana sekitar 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida dalam jangka pendek, dan bisa mencapai 84 kali lebih besar dalam horizon 20 tahun.

“Untuk saat ini pasar asuransi berbasis metana memang belum terbentuk,” ujarnya. “Namun dalam lima tahun ke depan ada peluang besar pasar ini berkembang seiring munculnya regulasi baru.”

Para mitra juga tengah mengeksplorasi perluasan cakupan asuransi untuk gas lain seperti nitrogen oksida, sebagai bagian dari pengembangan manajemen emisi berbasis asuransi di masa depan.

Follow the link for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.