, Indonesia
Stock photo. Credits to Unsplash.

Astra International pertimbangkan akan menjual bisnis asuransinya

Kesepakatan itu dapat mendatangkan nilai bisnis sebesar  $ 500 juta.

Konglomerat Indonesia Astra International sedang mempertimbangkan potensi penjualan bisnis asuransi jiwanya PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life).

Dalam laporan oleh Bloomberg, Astra Internasional bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk penjualan tersebut. Kesepakatan itu berpotensi memberi nilai bisnis sebesar $500 juta.

ALSO READ: Insurtech KoverNow launches protection for luxury watches

Astra International disebut-sebut sedang mempertimbangkan berbagai opsi seperti penjualan sebagian saham, mendirikan perusahaan patungan, dan kemitraan bancassurance.

Pembahasan masih dalam tahap awal dan masih ada kemungkinan Astra International akan memutuskan untuk mempertahankan aset tersebut, kata laporan itu.

Follow the link for more news on

Perusahaan asuransi jiwa memimpin dalam Peringkat Asuransi Bisnis Hong Kong

Beberapa perusahaan asuransi jiwa melihat aset mereka melonjak sebanyak 44% pada 2021.

PasarPolis menjadi salah satu insurtech full-stack pertama di Indonesia

Ini dicapai perusahaan tersebut melalui kemitraan dengan Tap Insurance.

Tokio Marine meningkatkan kepemilikan di JV Indonesia menjadi 80%

Perusahaan mengakuisisi 20% saham dari mitranya, JV.

Perusahaan asuransi mengincar pengambilalihan saham pengendali unit jiwa BNI

Lender mempertimbangkan untuk menjual 60% sahamnya di PT BNI Life Insurance.

Pemerintah Indonesia mempercepat lembaga penjamin kebijakan

Lembaga ini bertujuan untuk melindungi pemegang polis jika perusahaan asuransi bangkrut.

PasarPolis menguji coba aplikasi asuransi one-stop-shop baru, Tap Insure

Aplikasi ini dibuat dalam kemitraan dengan PT Zurich Asuransi Indonesia, Tbk.

KoverNow: Netflixnya Asuransi?

Model berlangganan KoverNow memberikan pilihan bagi konsumen yang tidak menginginkan kontrak panjang.

Bagaimana pusat layanan after-sales GBA akan berpengaruh pada industri asuransi di Hong Kong

Sravani Ampabathina dari GlobalData percaya bahwa pusat-pusat layanan tersebut akan meningkatkan penjualan asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor.

Bagaimana warga Hong Kong mempersiapkan pensiun mereka

Dua dari lima warga  berharap untuk pensiun sebelum usia 60-an, Sun Life mengungkapkan.