, Indonesia
233 views
Stock photo. Credits to Unsplash.

Astra International pertimbangkan akan menjual bisnis asuransinya

Kesepakatan itu dapat mendatangkan nilai bisnis sebesar  $ 500 juta.

Konglomerat Indonesia Astra International sedang mempertimbangkan potensi penjualan bisnis asuransi jiwanya PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life).

Dalam laporan oleh Bloomberg, Astra Internasional bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk penjualan tersebut. Kesepakatan itu berpotensi memberi nilai bisnis sebesar $500 juta.

ALSO READ: Insurtech KoverNow launches protection for luxury watches

Astra International disebut-sebut sedang mempertimbangkan berbagai opsi seperti penjualan sebagian saham, mendirikan perusahaan patungan, dan kemitraan bancassurance.

Pembahasan masih dalam tahap awal dan masih ada kemungkinan Astra International akan memutuskan untuk mempertahankan aset tersebut, kata laporan itu.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

EFGH mengandalkan embedded microinsurance untuk jangkau pasar di luar segmen kaya Singapura

Sebagian besar konsumen tidak membutuhkan polis asuransi besar, ujar CEO EFGH David Ng.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Hong Kong healthcare dorong kejelasan harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien tunda pengobatan akibat kekhawatiran biaya.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.