, Indonesia
206 views

Fitch: Perusahaan asuransi kredit Indonesia akan hadapi peningkatan klaim

Meskipun demikian, mereka masih diharapkan untuk mematuhi persyaratan regulasi untuk kapitalisasi.

Kondisi ekonomi yang lebih lemah akan menyebabkan perusahaan asuransi dan penjamin kredit Indonesia menghadapi peningkatan klaim, Fitch Ratings melaporkan. Peningkatan risiko gagal bayar di antara debitur dapat mempengaruhi perkembangan klaim, terutama setelah infeksi gelombang kedua pada Juni 2021.

“Fitch mengharapkan perusahaan asuransi kredit dapat memenuhi persyaratan regulasi untuk kapitalisasi, meskipun ada peningkatan klaim dan pertumbuhan bisnis. Persyaratannya antara lain menjaga modal berbasis risiko di atas 120% serta total maximum gearing ratio dan maximum productive gearing ratio masing-masing 40x dan 20x,” kata Fitch.

Telah terjadi peningkatan financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending di Indonesia dalam lima tahun terakhir, menawarkan ruang asuransi dan penjamin kredit untuk berkembang dengan mengasuransikan atau menjamin dana pemberi pinjaman. Namun, Fitch mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang lemah dan peminjam yang lebih rentan di segmen fintech lending berarti ada risiko kredit macet yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi stabilitas pemberi pinjaman serta kinerja underwriting asuransi dan penjamin yang mendukung pemberi pinjaman.

Underwriting yang hati-hati dan ekspansi portofolio selektif membantu perusahaan asuransi dan penjamin kredit di Indonesia untuk membatasi lonjakan klaim akibat penurunan ekonomi selama pandemi, Fitch Ratings melaporkan.

Perusahaan asuransi dan penjamin kredit Indonesia diharapkan dapat mengelola risiko underwriting mereka dari bisnis baru seiring pertumbuhan asuransi kredit dan terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap industri non-jiwa negara dalam lima tahun terakhir, bahkan ketika lini bisnis lain seperti kebakaran dan kendaraan mengalami stagnasi.

 

Follow the link for more news on

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

EFGH mengandalkan embedded microinsurance untuk jangkau pasar di luar segmen kaya Singapura

Sebagian besar konsumen tidak membutuhkan polis asuransi besar, ujar CEO EFGH David Ng.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Hong Kong healthcare dorong kejelasan harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien tunda pengobatan akibat kekhawatiran biaya.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.