, Indonesia
204 views
/Alena Koval from Pexels

Sektor asuransi akan memanfaatkan peluang pertukaran karbon di Indonesia

Pertukaran karbon memberikan peluang bagi industri keuangan, khususnya sektor asuransi umum.

Pada tanggal 26 September lalu, Indonesia secara resmi meluncurkan pertukaran karbon, sebuah perkembangan yang mendapat dukungan dari berbagai sektor, termasuk industri asuransi, lapor CNBC Indonesia.

Negara-negara lain telah menunjukkan bahwa sektor asuransi dapat memainkan peran penting dalam melindungi peserta pertukaran karbon dari risiko terkait iklim dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kredit karbon.

Bern Dwyanto, Direktur Eksekutif AAUI, mencatat pembentukan pertukaran karbon memberikan peluang bagi industri keuangan, khususnya sektor asuransi umum.

READ MORE: Insurance Ready to Capture Carbon Exchange Opportunities in Indonesia

Dia menjelaskan, asuransi umum pada dasarnya membantu bisnis lain dalam mengelola dan memitigasi risiko.

Bern menekankan eratnya hubungan antara perkembangan industri dan kinerja industri asuransi umum.

Hubungan ini muncul karena industri asuransi mendukung pertumbuhan berbagai sektor, termasuk perdagangan karbon. Namun, dia juga menekankan pentingnya melakukan kajian dan penelitian mendalam untuk menentukan skema paling efektif dalam mendukung perdagangan karbon.

Keterlibatan industri asuransi dalam perdagangan karbon telah diamati di beberapa negara.

Misalnya, AXA XL, sebuah perusahaan asuransi asal Inggris, baru-baru ini memperkenalkan produk baru bernama Excess Emissions Insurance.

Produk ini menawarkan kompensasi penggantian kerugian karbon pada kapal kargo jika terjadi perjalanan panjang yang tidak terduga dan mengakibatkan emisi tambahan. Kebijakan tersebut memberikan kompensasi dalam bentuk kredit karbon sukarela yang setara dengan kelebihan emisi yang dihasilkan.

ALSO READ: PSAK 74, transforming insurance practices in Indonesia for the better

Selain itu, perusahaan asuransi global Howden Group telah mengembangkan produk asuransi pertama yang melindungi terhadap penipuan dan kelalaian dalam kredit pasar karbon sukarela.

Bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan karbon Respira International dan investor reasuransi Nephila Capital pada 2022, Howden memperkenalkan perlindungan terhadap kelalaian dan penipuan pihak ketiga, sehingga mengurangi potensi risiko yang terkait dengan pembelian kredit karbon.

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.