, Indonesia
183 views
Stock photo. Credits to Unsplash.

Swiss Re dan Indonesia Re bermitra untuk meningkatkan aksesibilitas digital di Indonesia

Lebih dari 70 reasuradur atau reinsurer akan mendapat manfaat dari kerja sama ini.

Swiss Re telah bermitra dengan Indonesia Re, administrator Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional (BPPDAN), untuk memberikan akses kepada para anggotanya ke solusi analitik dan layanan konsultasi risiko.

Kolaborasi ini bertujuan menjadi katalis transformasi digital di industri asuransi Indonesia.

ALSO READ: livi bank launches app-based travel insurance plan

Dengan lebih dari 70 reasuradur sebagai anggotanya, BPPDAN memungkinkan penetapan harga asuransi properti yang adil dan berkelanjutan dengan mengumpulkan informasi asuransi yang akurat. Kemitraan ini melibatkan pengembangan dasbor pasar bagi BPPDAN untuk menawarkan pengetahuan akan premi dan klaim kepada para anggotanya di tingkat pasar dan perusahaan.

Kemitraan antara Swiss Re dan Indonesia Re juga mendukung keputusan underwriting anggota BPPDAN, serta perencanaan strategis mereka untuk manajemen risiko dan penetapan harga, dengan mempertimbangkan pemicu kerugian yang besar.

"Kesadaran risiko yang meningkat di Indonesia mendorong lebih banyak permintaan untuk perlindungan asuransi. Untuk tetap kompetitif dalam lingkungan risiko yang dinamis, meningkatkan kinerja underwriting dan pengarah portofolio adalah pembeda utama bagi organisasi asuransi. Solusi analitik P&C kami dapat mendukung klien dalam proses ini, dengan mengkonsolidasikan data yang relevan dan menerjemahkannya ke dalam pengetahuan  yang dapat ditindaklanjuti secara tepat waktu,” kata Monami Mukherjee, Head P&C Analytics APAC di Swiss Re.

Perang Timur Tengah ungkap risiko arus kas bagi UKM Singapura

CEO UOI Andrew Lim mengatakan banyak bisnis masih kurang terproteksi di tengah biaya operasional yang terus naik.

EFGH mengandalkan embedded microinsurance untuk jangkau pasar di luar segmen kaya Singapura

Sebagian besar konsumen tidak membutuhkan polis asuransi besar, ujar CEO EFGH David Ng.

Kerugian akibat fraud ungkap ketertinggalan sistem pembayaran asuransi Hong Kong

Cek fisik dan proses manual masih bertahan meski biaya fraud capai 5% dari pendapatan.

Asuransi Asia Pasifik lirik utang pasar berkembang demi kejar imbal hasil

Penerbitan investment-grade kini kuasai lebih dari separuh pasar.

Perusahaan asuransi perketat kontrol atas jalur pelayaran Hormuz

Jepang dan Korea Selatan hadapi eksposur lebih besar terhadap risiko energi Teluk.

Perusahaan tinjau ulang perlindungan kesehatan seiring biaya klaim yang terus naik

Perubahan rider MOH perketat cakupan dan naikkan eksposur co-payment mulai April 2026.

Hong Kong healthcare dorong kejelasan harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien tunda pengobatan akibat kekhawatiran biaya.

Perang Iran tingkatkan risiko jangka panjang bagi keuntungan asuransi konstruksi Asia

Gangguan rantai pasok dan volatilitas energi berpotensi kerek premi lebih tinggi pada 2027.

Asuransi Asia Tenggara berisiko tergerus laba akibat sistem data yang lemah

CEO Igloo sebut infrastruktur usang batasi manfaat AI meski belanja teknologi terus naik.