, Hong Kong
881 views
Photo credits to Sun Life Hong Kong.

Bagaimana warga Hong Kong mempersiapkan pensiun mereka

Dua dari lima warga  berharap untuk pensiun sebelum usia 60-an, Sun Life mengungkapkan.

Warga Hong Kong menjadi lebih aktif dalam menghadapi masa depan, karena skor Indeks Hong Kong Retirement Index naik dari 56,3 pada 2021 menjadi 61,1 pada 2022. Untuk lebih memahami perilaku ini, Sun Life melakukan penelitian di antara para nasabahnya untuk mempelajari persepsi dan motivasi mereka dalam merencanakan pensiun.

Sun Life Retirement Mastery Index mengevaluasi tingkat kontrol nasabah Hong Kong berusia 30 hingga 45 tahun atas perencanaan pensiun melalui kinerja mereka dalam tiga pilar: “Intelligence”, “Momentum”, dan “Positive Experiences”.

Chris Fung, Chief Client and Marketing Officer of Sun Life Hong Kong Limited (Right) Christine Yeung, General Manager, Life and Health of Sun Life Hong Kong Limited during the announcement of Sun Life Retirement Mastery Index)

“Intelligence” menilai informasi dan pengetahuan individu tentang perencanaan pensiun dan tabungan pensiun; “Momentum” melihat tindakan nyata dalam  merencanakan dan menabung untuk masa pensiun; dan “Positive Experience” mempertimbangkan pengalaman pribadi dalam perjalanan pensiun, General Manager for Life and Health Sun Life Hong Kong Christine Yeung menjelaskan kepada Hong Kong Business.

Positive Experience meningkat

Mayoritas atau 63% responden telah bekerja lebih keras untuk merencanakan pensiun pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 52%. Sementara itu, 62% percaya bahwa mereka telah bekerja lebih keras untuk mengimplementasikan rencana tabungan pensiun mereka, menunjukkan peningkatan 11 poin persentase dibandingkan tahun lalu sebesar 51%, kata Christine menjelaskan.

Di antara ketiga pilar tersebut, warga Hong Kong melakukan yang terbaik dalam aspek “Positive Experience” (44%). Sebagai perbandingan, 43% responden mengklaim bahwa mereka melakukannya dengan sangat baik dalam hal “Momentum”, meningkat dibandingkan dengan 34% tahun lalu. Selain itu, 50% sangat puas dengan frekuensi tinjauan keuangan pribadi mereka, sementara 48% mempertahankan sikap positif terhadap pengelolaan portofolio tabungan pensiun mereka.

Aspek "Intelligence" adalah di mana sebagian besar nasabah Hong Kong berkinerja buruk, dengan hanya 40% yang mengatakan mereka melakukannya dengan baik di segmen ini.

Faktor ekonomi makro

Meskipun kontrol meningkat atas semua aspek perencanaan pensiun, Christine memperingatkan agar tidak berpuas diri karena inflasi yang tinggi dan proyeksi yang semakin tidak pasti.

“Kondisi ekonomi makro saat ini merupakan tantangan bagi warga Hong Kong,” terutama dalam perencanaan kekayaan. 74% responden merasa mereka kurang mampu mengumpulkan kekayaan dibandingkan dua tahun lalu, sementara 88% lebih memilih untuk menetapkan tujuan pengelolaan kekayaan jangka menengah karena lingkungan makro yang tidak stabil, yang menunjukkan bahwa masyarakat lokal cenderung lebih berhati-hati tentang manajemen kekayaan selama beberapa tahun terakhir.”

Dalam meningkatkan kesadaran tentang pensiun, Christine mengatakan penting untuk memiliki pendekatan yang berorientasi pada klien.

Sun Life melakukan ini dengan meluncurkan produk dan kampanye, seperti kampanye merek ‘Change Into a Happier You’ di mana mereka memotivasi nasabah untuk lebih proaktif tentang perencanaan masa depan mereka yang melibatkan serangkaian iklan out-of-home dan TV yang mengumpulkan lebih dari 21,3 juta view.

Sun Life juga menarik nasabah dengan menawarkan produk merek seperti memberikan 130 nasabah teratas yang membayar jumlah tertinggi dari akumulasi Annualized First Year Premium dari 1 Juli hingga 30 September 2022, token non-fungible edisi terbatas, yang merupakan bagian dari peluncuran koleksi NFT baru-baru ini, sebagai bagian dari peringatan 130 tahun anniversary Sun Life.

“Selama beberapa tahun terakhir, pandemi meningkatkan kesadaran publik secara bertahap tentang manajemen risiko. Orang-orang menjadi lebih proaktif dalam memantau kesenjangan perlindungan medis dan pensiun mereka, mendorong permintaan akan produk yang dapat bertindak sebagai alat komprehensif untuk perencanaan kekayaan dengan pendapatan yang stabil untuk melindungi mereka dari ketidakpastian di masa depan. Meskipun warga Hong Kong sekarang memiliki kesadaran kesehatan yang lebih besar karena pandemi, tetap tidak boleh meremehkan potensi biaya pengobatan setelah pensiun. Kita semua harus membiasakan meninjau rencana pensiun kita dan membuat kemajuan secara teratur untuk membantu diri kita sendiri dan keluarga kita bersiap untuk masa depan,” kata Christine.

Follow the link for more news on

Perusahaan asuransi jiwa memimpin dalam Peringkat Asuransi Bisnis Hong Kong

Beberapa perusahaan asuransi jiwa melihat aset mereka melonjak sebanyak 44% pada 2021.

PasarPolis menjadi salah satu insurtech full-stack pertama di Indonesia

Ini dicapai perusahaan tersebut melalui kemitraan dengan Tap Insurance.

Tokio Marine meningkatkan kepemilikan di JV Indonesia menjadi 80%

Perusahaan mengakuisisi 20% saham dari mitranya, JV.

Perusahaan asuransi mengincar pengambilalihan saham pengendali unit jiwa BNI

Lender mempertimbangkan untuk menjual 60% sahamnya di PT BNI Life Insurance.

Pemerintah Indonesia mempercepat lembaga penjamin kebijakan

Lembaga ini bertujuan untuk melindungi pemegang polis jika perusahaan asuransi bangkrut.

PasarPolis menguji coba aplikasi asuransi one-stop-shop baru, Tap Insure

Aplikasi ini dibuat dalam kemitraan dengan PT Zurich Asuransi Indonesia, Tbk.

KoverNow: Netflixnya Asuransi?

Model berlangganan KoverNow memberikan pilihan bagi konsumen yang tidak menginginkan kontrak panjang.

Bagaimana pusat layanan after-sales GBA akan berpengaruh pada industri asuransi di Hong Kong

Sravani Ampabathina dari GlobalData percaya bahwa pusat-pusat layanan tersebut akan meningkatkan penjualan asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor.

Bagaimana warga Hong Kong mempersiapkan pensiun mereka

Dua dari lima warga  berharap untuk pensiun sebelum usia 60-an, Sun Life mengungkapkan.