, Indonesia
2219 views

GWP perusahaan asuransi umum Indonesia capai $5,17 miliar pada tahun 2025

Sektor ini diperkirakan akan pulih 2,9% pada tahun 2021.

Sebuah laporan dari GlobalData memproyeksikan bahwa gross written premiums (GWP) dari perusahaan asuransi umum Indonesia kemungkinan akan mencapai $5,17 miliar (IDR77.53 triliun) pada tahun 2025, dengan pasar yang diperkirakan akan pulih sebesar 2,9% pada tahun 2021.

Kegiatan komersial terbatas dan konsumsi domestik yang lebih rendah menyebabkan penurunan tajam dalam permintaan untuk asuransi umum, dengan yang paling terkena dampaknya adalah jalur bisnis properti, yang turun 6,2% pada tahun 2020.

Meskipun demikian, mereka telah siap untuk untuk mendapatkan keuntungan dari investasi di bidang infrastruktur yang diusulkan sebagai bagian dari reformasi ekonomi pemerintah.

Asuransi kredit menyumbang 21% dari total premi asuransi umum pada tahun 2019, menghasilkan CAGR sebesar 72,1% antara 2017 dan 2019 karena meningkatnya kesadaran dan implementasi Strategi Inklusi Keuangan Nasional 2016, yang memperluas pendanaan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dan UKM mikro. Akan tetapi, volatilitas ekonomi dan meningkatnya risiko kredit yang macet dapat membebani sektor ini pada tahun 2021.

Asuransi kecelakaan dan kesehatan (PA&H), yang menyumbang 8% dari premi asuransi umum, diperkirakan akan tumbuh pada tahun 2021, didukung oleh peningkatan kesadaran akan produk asuransi kesehatan. Karena kebijakan yang memberikan manfaat rawat inap dan telemedicine untuk COVID-19 telah memperoleh daya tarik, kategori ini diperkirakan akan tumbuh pada CAGR 7,03% selama 2021-2025 dan sebagiannya akan mengurangi penurunan dari lini bisnis lainnya.

Dengan banyak sektor terbuka, keuntungan tambahan dilaporkan di seluruh sektor pada Q4 2020, menunjukkan rebound pun terjadi di industri asuransi juga.

“Peraturan yang diusulkan memungkinkan perusahaan asuransi umum untuk mengeluarkan PAYDI dan produk asuransi umum jangka panjang yang terkait unit dapat mengantarkan inovasi produk dan membantu meningkatkan penetrasi asuransi selama periode perkiraan,” kata analis Rakesh Raj.

 

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.