, Indonesia

Qoala mengumpulkan $65 juta dalam putaran pendanaan barunya

Putaran pendanaan  dipimpin oleh Eurazeo dengan partisipasi beberapa investor yang lain.

Perusahaan asuransi Indonesia Qoala telah berhasil mengumpulkan $65 juta dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Eurazeo dengan partisipasi dari beberapa investor yang ada termasuk Flourish Ventures, KB Investment, MassMutual Ventures, MDI Ventures, SeedPlus dan Sequoia Capital India.

Selain itu, BRI Ventures, Daiwa PI Partners, Indogen Capital, Mandiri Capital Indonesia dan Salt Ventures juga bergabung dalam putaran investasi sebagai investor baru.

Qoala adalah perusahaan insurtech yang berbasis di Indonesia yang mendistribusikan produk asuransi ritel kepada konsumen untuk mobil, sepeda, rumah, dan kesehatan melalui platform omnichannelnya. Baru-baru ini  mereka memiliki ekspansi yang sukses ke Thailand dan Malaysia pada 2021.

Sejak putaran pendanaan Seri A pada 2020, Qoala telah mengakuisisi lebih dari 50.000 pemasar asuransi dan memberi mereka platform yang didukung oleh lebih dari 50 perusahaan asuransi bagi mereka untuk menjual asuransi dari beberapa perusahaan asuransi, sambil mengelola layanan pra-penjualan dan pasca-penjualan. Perusahaan juga menyediakan beberapa produk asuransi mikro yang inovatif melalui kemitraan antara lain dengan Traveloka, Redbus, DANA, JD.ID, Shopee, Kredivo dan Investree.

Qoala berencana menggunakan dana segar untuk berinvestasi dalam teknologi dan produk serta mengembangkan timnya.

You may also like:

Generali Asia appoints new general manager of China business

Robots gets insurance cover in South Korea

CoverGo raises $15m in new funding round

Follow the links for more news on

Rey Assurance mendapatkan dana putaran awal $4,2 juta

Putaran ini dipimpin bersama oleh Trans-Pacific Technology Fund dan Genesia Ventures.

Umur panjang berpotensi menjadi mimpi buruk bagi keuangan warga Singapura

Hal ini menjadi masalah bagi lebih dari setengah pensiunan yang tidak berasuransi.

Apa yang dapat menghalangi industri asuransi umum Australia untuk berkembang?

Bencana alam dapat menghambat potensi CAGR sebesar 6,4% hingga 2025, para analis memperingatkan.

Bagaimana Qoala memangkas masa tunggu penerbitan polis menjadi hanya satu jam

Biasanya, dibutuhkan waktu hingga 14 hari untuk memproses polis asuransi.

Peningkatan laba industri asuransi Taiwan masih terlalu lamban

Untuk negara maju, penetrasi asuransi masih rendah yaitu 1%.

Tiga hal teratas yang ‘membunuh’ industri asuransi

Karena ancaman ini, 54% perusahaan asuransi memiliki ROE di bawah biaya ekuitas mereka.

Bagaimana Emma mengubah strategi digital AXA Mandiri

Emma adalah platform digital all-in-one yang memenuhi kebutuhan nasabah, mulai dari pembelian polis asuransi hingga mengikuti kelas gym.

Risiko iklim menelan biaya besar dan Asia dalam kondisi rentan

Pada 2021, bencana alam terbesar yang tercatat di kawasan ini menelan biaya lebih dari $2 miliar.

Perempuan dalam asuransi: Apa yang menghalangi jalan menuju keragaman?

Bias secara tidak sadar dan 'double shifting' hanyalah beberapa rintangan yang diketahui.

OJK: Teknologi informasi dapat mendorong pertumbuhan industri asuransi

Selama lima tahun terakhir, industri ini telah tumbuh sebesar 8,67% per tahun.