, Indonesia
163 views

Pemulihan ekonomi yang lebih lemah akan meredam permintaan asuransi non-jiwa Indonesia

AM Best memprediksi prospek negatif untuk segmen non-jiwa di negara ini.

Pemulihan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dapat meredam permintaan pasar asuransi non-jiwa di Indonesia, seperti asuransi properti, teknik, motor, transportasi, dan perjalanan, menurut perusahaan pemeringkat, AM Best.

AM Best merevisi pandangannya terhadap negara ini menjadi negatif dengan alasan kebangkitan virus COVID-19, ditambah dengan kemajuan vaksinasi yang lambat, yang menyebabkan diberlakukannya kembali pembatasan mobilitas yang ketat, yang menghambat pemulihan ekonomi jangka pendek.

Laporan tersebut mengatakan bahwa meskipun pendapatan premi meningkat sekitar 2% menjadi Rp38,5 triliun ($2,74 miliar) pada paruh pertama tahun 2021, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, pertumbuhan tersebut tertinggal di belakang tingkat pra-pandemi, dan mungkin tetap dibatasi sebagai hasil putaran terakhir dari langkah-langkah pembatasan mobilitas.

Selain itu, asuransi kredit, lini bisnis utama di pasar asuransi non-jiwa Indonesia, juga berada di bawah tekanan dengan pelemahan ekonomi lebih lanjut yang timbul dari eskalasi infeksi COVID-19.

“Hal ini dapat melemahkan kemampuan pembayaran utang debitur dan menyebabkan tingkat default yang lebih tinggi, dan oleh karena itu, klaim asuransi kredit yang lebih tinggi, terutama untuk usaha kecil dan menengah yang lebih rentan. Penanggung dengan eksposur yang lebih tinggi terhadap asuransi kredit dan manajemen risiko penjaminan yang lebih lemah dapat menghadapi kerugian besar yang dapat melemahkan profil keuangan mereka,” kata AM Best.

Lingkungan suku bunga rendah juga terus menghambat kinerja investasi perusahaan asuransi non-jiwa di Indonesia. Laporan tersebut menyatakan bahwa risiko investasi dapat cenderung lebih tinggi karena kondisi pandemi yang berkepanjangan mengikis kekuatan keuangan dan kemampuan pendapatan dari penerbit utang dan ekuitas.

AM Best memperkirakan bahwa tarif wajib dalam pasar asuransi non-jiwa untuk properti—termasuk interupsi bisnis—dan lini bisnis motor tetap menjadi elemen pendukung pasar. Tarif wajib untuk lini bisnis ini telah membantu membatasi tingkat persaingan harga tidak sehat yang sering terlihat di pasar liberal lainnya. Selain itu, investasi yang lebih besar dan penggunaan teknologi untuk mendukung peningkatan distribusi dan efisiensi operasional akan membantu operator non-jiwa Indonesia mencapai keunggulan kompetitif dalam jangka menengah hingga panjang.

 

Follow the link for more news on

Hong Kong tetapkan batas 50% untuk biaya referral asuransi

Pihak ketiga yang tak berlisensi sebelumnya bisa menguasai hingga 95% komisi melalui skema rebate tersembunyi.

Aturan modal paksa perusahaan asuransi India kurangi diskon agresif

Strategi diskon besar demi mengejar pangsa pasar jangka pendek dinilai semakin sulit dipertahankan.

Zurich Indonesia percepat proses klaim pascabanjir Bali

Penyelesaian klaim yang lebih cepat dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai solusi finansial yang nyata.

Zurich dan YAS gunakan AI untuk kaitkan asuransi taksi dengan perilaku berkendara

Pengemudi dengan skor lebih tinggi akan mendapatkan cakupan perlindungan yang lebih luas serta tambahan manfaat.

Produk wealth dan pensiun dorong kenaikan premi perusahaan asuransi Singapura

Ranking Top 50 Insurance 2024 menunjukkan pemulihan industri setelah perlambatan pada 2023.

Keluarga Asia belum siap wariskan kekayaan, kepercayaan diri masih rendah

Dua pertiga masyarakat Asia khawatir kekayaan mereka tidak mampu bertahan lintas generasi.

Ciputra Life bidik pertumbuhan nasabah di luar jaringan grup

Permintaan manfaat kesehatan yang meningkat mendorong penguatan kerja sama dengan perusahaan dan perbankan.

Perusahaan asuransi perlu perluas perlindungan siber seiring pemilik kapal Singapura tingkatkan keamanan

Penanggung harus memperbarui model underwriting saat gangguan navigasi berbasis siber semakin meningkat.

MSIG Malaysia tingkatkan investasi data untuk dorong pertumbuhan

CEO menilai masa depan industri asuransi bergantung pada produk yang lebih terjangkau.

Great Eastern perkuat strategi lewat AI dan produk spesialis

Perusahaan asuransi ini menargetkan ekspansi produk untuk nasabah high-net-worth dan pemilik UMKM.